Cacing Pita Pemakan otak manusia
Diambil dari Nurul Ulfa - DetikHealth
Kehilangan keseimbangan, pusing, sulit menelan, dan mati rasa pada tubuh didiagnosis sebagai gejala tumor otak. Tapi mungkin J di luar ini adalah tanda sistiserkosis, bukan tumor otak. Penyebabnya adalah cacing pita yang tumbuh dan memakan otak manusia.
Gejala awal yang dilaporkan pasien mirip dengan tumor otak atau stroke. Bahkan ketika MRI dilakukan, pertumbuhan abnormal di otak terlihat seperti neoplasma.
Tetapi ketika Dr. Peter Nakaji, seorang ahli bedah di Barrow Institute of Neurology, mengoperasi pasien dengan penyakit tersebut, dia terkejut menemukan sesuatu yang aneh di otak pasien tersebut.
“Sebagai seorang ahli bedah, saya menemukan banyak hal yang salah dan aneh, bahkan ketika saya menemukan cacing parasit hidup memakan otak pasien. Cacing ini bisa menyebabkan kerusakan otak dengan sangat cepat," ujar Nakaji, dikutip dari Livescience , Senin (21/12/2009).
Cacing parasit yang masuk ke otak adalah cacing bernama Taenia solium yang hidup di jaringan tubuh babi. "Hanya karena seseorang terinfeksi cacing pita ini, bukan berarti mereka kotor, tapi bisa jadi karena memakan makanan yang mengandung cacing parasit," kata Nakaji.
Kehilangan keseimbangan, pusing, sulit menelan, dan mati rasa pada tubuh didiagnosis sebagai gejala tumor otak. Tapi mungkin JGejala awal yang dilaporkan pasien mirip dengan tumor otak atau stroke. Bahkan ketika MRI dilakukan, pertumbuhan abnormal di otak terlihat seperti neoplasma.
Tetapi ketika Dr. Peter Nakaji, seorang ahli bedah di Barrow Institute of Neurology, mengoperasi pasien dengan penyakit tersebut, dia terkejut menemukan sesuatu yang aneh di otak pasien tersebut.
“Sebagai seorang ahli bedah, saya menemukan banyak hal yang salah dan aneh, bahkan ketika saya menemukan cacing parasit hidup memakan otak pasien. Cacing ini bisa menyebabkan kerusakan otak dengan sangat cepat," ujar Nakaji, dikutip dari Livescience , Senin (21/12/2009).
Cacing parasit yang masuk ke otak adalah cacing bernama Taenia solium yang hidup di jaringan tubuh babi. "Hanya karena seseorang terinfeksi cacing pita ini, bukan berarti mereka kotor, tapi bisa jadi karena memakan makanan yang mengandung cacing parasit," kata Nakaji.
Kasus cacing parasit di otak manusia sedang meningkat di Amerika Serikat. Lebih dari 20 persen ahli saraf di California menemukan diri mereka dalam situasi ini. Cacing parasit yang dikenal dengan sistiserkosis ini berasal dari usus babi dan dapat masuk ke tubuh manusia dan berkembang di usus atau otak.
Jika seseorang memakan larva belatung dalam daging, larva tersebut masuk ke usus dan berkembang seperti alien. Seekor cacing dapat menghasilkan 50.000 telur per hari. Namun jika daging terkontaminasi telur dari kotoran babi dan dimasak dengan api kecil, hal itu menyebabkan tumbuhnya otak.
"Tidak seperti larva, telur cacing pita melakukan perjalanan melalui aliran darah. Dari sana, telur dapat melakukan perjalanan ke seluruh bagian tubuh, termasuk otot, jaringan subkutan, dan otak," kata Raymond Kuhn, seorang profesor biologi dan parasit di Universitas Wake Forest di Winston. -Salem, Carolina Utara;
Menurut Kuhn, sistiserkosis merupakan masalah utama di beberapa negara Amerika Latin dan Meksiko akibat kebiasaan masyarakat mengonsumsi daging babi yang kurang matang. Jika seseorang yang terjangkit penyakit ini memiliki kebiasaan buruk seperti jarang mencuci tangan.
"Telur cacing pita Taenia solium bisa hidup di bahan keras dan berbahaya, seperti formaldehida. Bayangkan jika bisa hidup di jaringan yang tidak berbahaya seperti organ tubuh manusia. Jika dibiarkan terus menerus, bisa merusak organ vital dalam tubuh manusia," ujarnya Kuhn. .
Dalam beberapa kasus, operasi pengangkatan cacing dari tubuh tidak diperlukan, karena jumlah obat yang cukup dapat membunuhnya. Namun, jika cacing sudah masuk ke cabang otak, tidak ada langkah lain untuk menyelamatkan pasien kecuali operasi pengangkatan cacing, karena jika tidak dicegah, risiko kematian bisa segera terjadi.
( profesional )
Jika seseorang memakan larva belatung dalam daging, larva tersebut masuk ke usus dan berkembang seperti alien. Seekor cacing dapat menghasilkan 50.000 telur per hari. Namun jika daging terkontaminasi telur dari kotoran babi dan dimasak dengan api kecil, hal itu menyebabkan tumbuhnya otak.
"Tidak seperti larva, telur cacing pita melakukan perjalanan melalui aliran darah. Dari sana, telur dapat melakukan perjalanan ke seluruh bagian tubuh, termasuk otot, jaringan subkutan, dan otak," kata Raymond Kuhn, seorang profesor biologi dan parasit di Universitas Wake Forest di Winston. -Salem, Carolina Utara;
Menurut Kuhn, sistiserkosis merupakan masalah utama di beberapa negara Amerika Latin dan Meksiko akibat kebiasaan masyarakat mengonsumsi daging babi yang kurang matang. Jika seseorang yang terjangkit penyakit ini memiliki kebiasaan buruk seperti jarang mencuci tangan.
"Telur cacing pita Taenia solium bisa hidup di bahan keras dan berbahaya, seperti formaldehida. Bayangkan jika bisa hidup di jaringan yang tidak berbahaya seperti organ tubuh manusia. Jika dibiarkan terus menerus, bisa merusak organ vital dalam tubuh manusia," ujarnya Kuhn. .
Dalam beberapa kasus, operasi pengangkatan cacing dari tubuh tidak diperlukan, karena jumlah obat yang cukup dapat membunuhnya. Namun, jika cacing sudah masuk ke cabang otak, tidak ada langkah lain untuk menyelamatkan pasien kecuali operasi pengangkatan cacing, karena jika tidak dicegah, risiko kematian bisa segera terjadi.
( profesional )




0 Response to "Cacing Pita Pemakan otak manusia"
Posting Komentar